Sabtu, 31 Mei 2014

Persekutuan Berbahaya: TB & HIV

Pernah melihat persekutuan antar negara :f? Amerika dan Australia adalah negara yang bersekutu. Dengan bersekutunya mereka, banyak hal yang bisa dilakukan. Baik hal positif maupun negatif. Yang dikhawatirkan tentu saja bersekutu, saling dukung mendukung dalam hal-hal yang merugikan negara lain. Nah, kaitan dengan penyakit, ada persekutuan yang sangat berbahaya nih :#. Mereka adalah, TB dan HIV.

Di Indonesia, HIV merupakan epidemi yang mengalami percepatan tinggi di Asia :v. Kasus AIDS pertama kali dilaporkan pada tahun 1987. Sejak saat itu, penyebaran epidemi mulai terjadi di Indonesia. Dari tahun 1987 sampai Juni 2013 terdapat 43.667 kasus AIDS dan kasus HIV sebanyak 108.600 kasus. Epidemi HIV dan AIDS ini menambah permasalahan TB. Tuberkulosis (TB) adalah penyebab kematian utama pada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Ko-infeksi dengan HIV akan meningkatkan resiko kejadian TB secara signifikan.


credit


Pada ODHA, infeksi TB laten akan mudah berkembang menjadi TB aktif. Infeksi TB laten adalah keadaan di mana terdapat bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh tetapi tidak menunjukkan gejala klinis aktif. Banyak orang yang terinfeksi TB laten tetapi karena daya tahan tubuhnya baik, infeksi TB laten tidak berkembang menjadi TB aktif. Pada ODHA, sistem imunitasnya menurun drastis sehingga infeksi TB laten akan sangat mudah berkembang menjadi TB aktif. Dilaporkan, sekitar 60% ODHA yang terinfeksi TB laten akan berubah menjadi TB aktif.


Pemerintah, sejalan dengan rekomendasi WHO, melakukan kegiatan kolaborasi TB-HIV. Yaitu kegiatan yang berupaya untuk mempercepat diagnosis dan pengobatan TB pada pasien HIV dan sebaliknya, mempercepat diagnosis dan pengobatan HIV pada pasien TB. Semua upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat jejaring layanan keduanya.


Pemerintah memperkuat kegiatan kolaborasi TB-HIV dengan mengeluarkan Permenkes no.21 tahun 2013 tentang penanggulangan HIV AIDS di Indonesia. Sesuai dengan Permenkes tersebut maka pasien TB merupakan salah satu kriteria pasien yang perlu mendapat perhatian untuk dilakukan penawaran tes HIV dan perlu dilakukan percepatan pemberian ARV bagi pasien ko-infeksi TB-HIV.


credit

Sebagai upaya untuk memepercepat diagnosis TB pada pasien HIV, pemerintah telah menyediakan fasilitas mesin Xpert MTB/RIF pada 17 rumah sakit/fasilitas pelayanan kesehatan. Pada tahun 2014 ini, ditargetkan semua propinsi sudah memiliki alat tes cepat berbasis PCR tersebut. Kemenkumham juga turut membantu kegiatan kolaborasi TB-HIV ini dengan mengembangkan model layanan kesehatan pada lapas/ rumah tahanan dengan menitikberatkan pada layanan TB-HIV


Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan kolaborasi TB-HIV yang mematikan ini dapat ditekan sehingga dapat mengurangi beban TB pada HIV dan sebaliknya, mengurangi beban HIV pada kasus TB. Masyarakat dapat membantu pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut dengan memastikan bahwa pasien yang terdiagnosis TB dan HIV memperoleh pengobatan yang optimal untuk TB dan mendapatkan dukungan serta pengobatan HIV.


When a virus (HIV) and a bacteria (TB)
can work so well together,
why can't we?
-Michel Sidibe-

Referensi Web:
  • http://www.tbindonesia.or.id/tb-hiv/
  • http://blog.tbindonesia.or.id/

10 komentar:

soeman jaya mengatakan...

Waduhh ... kini AID dan HIV sudah merupakan persekutuan dab berpasangan dari penyakit TB..?
Seingat saya th 1970-an baru penyakit TB saja yg menjadi prioritas Pemerintah. :(
Nauzubillah minzaliq

Indah Sulistyowati mengatakan...

Betul pak, persekutuan yg harus di waspadai

Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...

Semoga hal ini juga menjadi perhatian kita bersama ya mbak.

Indah Sulistyowati mengatakan...

Amin... bersama kita bisa #bukanpartai :)

mutia ohorella mengatakan...

Kok jadi semakin serem yaa...? Tentu tidak mudah bagi dokter menerangkan ini ke pasien. Bisa tambah penyakit karna stress! Thanks berat info nya yaa... bermanfaat sekali. Semoga Emak lah peraih juaranya...semangat berkarya...:)

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

berbahaya dan harus segera disembuhkan ya

novdaily mengatakan...

Artikelnya bermanfaat mba. Bagus...
Semoga bisa meningkatkan kewaspadaan kita terutama trhadap penyakit yang bisa menyebabkan kematian :)

Indah Sulistyowati mengatakan...

Semoga tetap semangat walau tak juara ya Mak :) .ambil positif nya aja, berbagi info ;)

Indah Sulistyowati mengatakan...

Betul mak lidya ;)

Indah Sulistyowati mengatakan...

Terimakasih. Alhamdulillah kalau yang membaca menjadi lebih aware. Salam kenal ;)

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca,... please give your comment here ;)