Jumat, 22 Agustus 2014

Kembar Beda 6 Tahun

Menakjubkan ya, kembar tapi beda 6 tahun? :) jangan khawatir, itu hanya berita hoax semata. Ini tentang saya dan adik bungsu saya. Kata banyaaaak orang, saya kembar sama adik bungsu saya. Menurut kita? Ih nggak sama lah, beda #denial, cantikkan gue *menurut saya* dan pasti dia tidak setuju :)


Kemiripan-yang kata orang amat sangat ini- sebenarnya tidak mengganggu. Berhubung kita memang satu ayah, satu ibu, satu garis keturunan. Tapi, jadi agak capek ati ketika ada beberapa kejadian yang terjadi karena kemiripan ini. Lucu sih, tapi kalau keseringan juga males keles :o. Begini beberapa ceritanya: *back sound seperti di film horor mulai terdengar*


Saya mau berangkat kerja, nyetop angkot di deket rumah. Naik, duduk manis. Nggak berapa lama, gadis di depan saya menegur dengan muka excited "Hai tri, apakabar?" *seisi angkot memperhatikan kami*. Nah, ini ni titik kritis. Kalau saya langsung membantah dengan mengatakan saya bukan tri, gadis itu pasti malu setengah mati sama penumpang yang lain. Tapi kalau saya mengiyakan, masak iya saya ngaku-ngaku jadi adik saya. Gimana saya menanggapi kalau percakapan berlanjut ke kisah mereka dulu. Bisa bisa saya yang malu setengah mati  :#


Daripada saya yang malu, mendingan dia kan? :) Toh memang dia yang salah orang. Saya pasang muka manis ples kasih senyuman "Saya kakaknya". Si gadis "O.. maaf kak, mirip banget." Saya tetap senyum dan memulai percakapan "Teman tri di mana?" dan Bla bla bla sampai kami harus berpisah karena sampai tujuan dengan titipan salam tuk adik saya. Beberapa hari kemudian, saya bertemu dengannya lagi. Berbekal pengalaman, gadis itu bertanya dulu setelah saya beri senyuman "Ini kakaknya tri atau tri?".


Pernah juga lain waktu saya di angkot, saya merasa ada yang memperhatikan saya dari tadi. Bukan GR lho ya, tapi kita kan kadang tau ya kalau ada yang memperhatikan kita terus menerus. Nah, kalau udah kaya gini, saya malah mau nangkap basah tatapannya dengan muka dingin :) begitu saya rasa dia mulai ngeliatin saya lagi segera saya tatap matanya. Si gadis salah tingkah kemudian menegur saya "Anak SMA 2 bukan?." "Ehm, iya, pernah" jawab saya *walau cuma seminggu*. "Anak IPA kan? Tri ya?" tanyanya lagi. "Bukan, saya kakaknya tri," "O maaf mbak, mirip banget". As usual batin saya.


Pernah juga waktu saya ikut lomba di sebuah pendidikan Qur'an terjadi kejadian lucu. Ketika saya memperkenalkan diri, juri setengah nggak percaya kalau nama saya Indah. Lah, saya bingung mau ketawa atau mau marah. Masa saya nggak dipercaya perihal nama saya sendiri. Nama saya sendiri lho ya bukan nama orang. Sang juri bertanya sampai dua kali perihal nama saya sampai akhirnya nekat mengoreksi "Bukannya Tri?". "Bukan bu" dan saya malas memberikan penjelasan. Saya biarkan saja sang juri bingung dengan keadaan belum percaya kalau saya indah.


Belanja bulanan di supermarket, tetiba dari arah kanan ada gadis merangkul saya "Hai, apakabar?" Saya dengan muka senyum tapi bingung nggak berkata apa-apa. "Wiwit" katanya lagi. Saya berusaha keras mengingat takut kalau memang ada teman saya entah SD, SMP, SMA yang bernama wiwit. Kesimpulan singkat: tidak ada, ada juga wiwit tapi laki-laki. "Ah tri, masa nggak inget ah..." Woke, kamu yang salah anak muda... *gaya Adi di tetangga masa gitu*. Diakhiri dengan permintaan maaf dari sang gadis. Grrrr rugi nih gue dah ngubek-ngubek file memori teman lama tuk teman yang nggak pernah ada :)


Pernah saya pulang kerja nebeng jemputan kantor lain. Kebetulan ketemu ibu saya yang juga nebeng jemputan itu. Ada laki-laki yang ketika saya naik senyam-senyum tapi nggak bersuara, negur atau apalah. Saya kan jadi geer :). Dari ibu, saya tau kalau dia teman adik saya yang baru keterima di kantor. Sampai saya duduk, dia tuh ngeliatin saya sampai tengak-tengok terus. Wah, dah mulai mengganggu nih. Tapi saya bingung, masa saya harus klarifikasi tanpa ada pertanyaan atau pernyataan dari dia. Yo wis lah, nasib :v.


Itu baru seputar teman-teman. Ada lagi nih, ternyata seorang bapak penarik becak pun pernah bingung. Jadi ceritanya, adik saya pergi keluar rumah naik angkot, melewati kumpulan penarik becak. Nggak lama, saya pergi juga tapi naik becak. Si bapak penarik becak bertanya "Lho bukannya tadi dah pergi neng, dah balik lagi?". "Itu adek saya pak" jawab saya. "Ah enggak, neng kok tadi". Lah... dah lah, biarin aja si abang dengan pendapatnya sendiri. Nggak hanya sekali lho, beberapa kali si abang berucap "Bukannya tadi dah pergi ya?" Nah, *kebanyakan Nah dari tadi* suatu hari kami pergi berdua dan akhirnya si abang berkesimpulan "Oo... ada dua to?"


Terakhir adalah ketika adek bungsu saya itu melahirkan anak kembar. Ketika saya menjenguknya, ngobrol-ngobrol, ketawa-ketiwi, baru sadar kalau ada salah satu perawat yang memperhatikan dan ketika saya tangkap basah tatapannya, halah. Dia bilang "Pantes, ibunya kembar juga sih ya jadi memang ada keturunan kembar." Saya dan adik sudah malas mengklarifikasi, kami biarkan ibu kami yang menjawab.


Si Bungsu, Saya, dan Si tengah
Nggak mirip banget kan sodara-sodara?
Cuma mirip dikit ;)

Begitulah kisah kami si anak kembar beda 6 tahun. Lumayan buat ketawa-ketiwi. Dan kesimpulan saya adalah, temen adek saya kok ya ada di mana-mana. Dari radius beberapa ratus meter sampai puluhan kilometer dari tempat tinggal kami. Dari supermaket, angkot, di bis jemputan kantor orang, sampai ajang lomba Qur'an. Subhanalloh... Gaul banget lo dek!!! :@


*Kagum dengan banyaknya teman si adek*
                        -Indah- :L

4 komentar:

sari widiarti mengatakan...

Senyumnya mirip..
Eh, aku juga pernah dibilang masih SMA :D
Padahal udah umur perak gini :D

Indah Sulistyowati mengatakan...

Waaah sesuatu banget itu mbak Sari, umurnya didiskon banyak :)

mommy-azki mengatakan...

Kunjungan baliiik dan salam kenal mbak Indah :)

Aaah samaaa aku juga agaaak mirip sm si bungsu,, beda 12 thn. dan iyaah,, dia lbh gaull,, calon nyonyah sosialita gitu :D

BTW aku tangerangnya di Kota, deket bandara Soetta. Mbak indah daerah mana nih?

Indah Sulistyowati mengatakan...

Mommy-azki bukannya udah nyonyah sosialitah :D

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca,... please give your comment here ;)