Senin, 14 April 2014

Mau Sembuh? Harus Patuh!

Yes, We can !!!. Sumber dari sini

Penyakit dan obat memang sudah ditakdirkan selalu bersama :L. Penyakit timbul, obat hadir untuk meniadakannya. Alhamdulillah keadaan tersebut bisa langgeng abadi ;) kalau manusia sebagai si pembawa penyakit (pasien), bersungguh-sungguh meniadakan si penyakit salah satunya dengan bantuan obat. Obat harus diminum sesuai dosis, waktunya, dan harus atas petunjuk dokter. Jangan mendadak jadi dokter dengan bantuan "mbah google" :). Kuman penyakit bisa menjadi kebal terhadap obat sehingga akan sulit untuk mengobatinya :v.


Obat TB Primer. Sumber dari sini

Penyakit TB bisa disembuhkan dengan minum obat secara teratur selama 6 bulan. Yang perlu diingat, sekali saja waktu minum obat terlewati, pasien TB harus mengulangi pengobatannya kembali dengan pengobatan yang lebih "keras" dan lebih mahal :v. Kemungkinan juga bisa terjadi TB Multi Drug Resistant (TB-MDR), TB yang kebal obat. Tidak hanya merugikan diri sendiri, pasien TB yang tidak disiplin juga bisa membahayakan orang lain. Pasien TB bisa menjadi sumber penularan. Bayangkan kalau pasien TB-MDR sampai menularkan TB yang kebal obat ke orang lain :#. Oleh karena itu, pasien TB merupakan pasien yang menjadi perhatian penting bagi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, agar patuh minum obat.


Obat TB terbagi menjadi dua macam. Obat primer dan obat sekunder. Obat primer yaitu obat yang digunakan untuk penderita TB yang mengidap TB setelah paparan awal dengan bakteri. Yang termasuk dalam obat primer yaitu: Isoniazid (INH), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, dan Pirazinamid. Obat sekunder yaitu obat yang digunakan untuk penderita pasca TB primer dimana kumannya muncul setelah bertahun-tahun dormant. Yang termasuk ke dalam obat TB sekunder adalah: Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin, dan Kanamisin. 


Obat TB Gratis lho... ;). Sumber dari sini

Kementerian kesehatan juga memberikan kemudahan bagi pasien TB agar sembuh total dengan menyediakan obat gratis :@. DR, dr. Erlina Burhan, M. Sc, Sp. P dalam kegiatan temu media mengenai TB dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) di RS. Persahabatan menyatakan bahwa diagnosa awal pengobatan diberikan gratis dan bagi pasien TB yang masuk dalam program, semua pengobatan ditanggung pemerintah.


Jadi, tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan bukan? Segera periksakan diri atau bujuk orang lain-yang anda amati- jika mengalami gejala sebagai berikut:
  1. Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 pekan terus menerus
  2. Batuk darah
  3. Sesak nafas dan nyeri di dada
  4. Demam lebih dari sebulan
  5. Berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas
  6. Badan lemah dan lesu
  7. Nafsu makan menurun
  8. Berat badan terus menurun
Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan kepastian penyakit sehingga bisa di tindaklanjuti dengan pengobatan yang tepat.


For Your Information, pada masa pengobatan kemungkinan ada efek samping yang terjadi seperti nyeri perut, terganggunya penglihatan/pendengaran, mual sampai muntah, gatal-gatal dan kemerahan di kulit, rasa panas di kaki atau tangan, mata dan kulit kuning. Jangan khawatir :o, konsultasikan dengan dokter untuk mencari kombinasi obat yang tepat.

Together we can stop TB!!! :d


Sumber Referensi Web:
  • http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2145
  • http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2280
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis
  • http://ibnu110044.blogspot.com/2012/01/apa-itu-penyakit-tbc.html
  • http://www.kesehatan123.com/1671/pengobatan-tbc-tuberculosis/
  • http://medicastore.com/tbc/pengobatan_tbc.htm
  • http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/05/gejala-tbc-penyebab-dan-cara-pengobatan.html

2 komentar:

Anisa Ae mengatakan...

Makasih Mak atas informasi tentang TB. (Y)

Indah Sulistyowati mengatakan...

Sama-sama mbak Anisa Ae ;)

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca,... please give your comment here ;)