Rabu, 15 Januari 2014

You're The One, Yank !!

zoel-al-maas.blogspot.com

Sudah lewat enam tahun kami bersama. Tanpa pernah disadari karena semua begitu sangat mengalir, ringan dan tanpa beban. Sampai-sampai, di anniversary kami yang keenam kami harus menghitung ulang dari tahun pernikahan kami karena tidak yakin sudah enam tahun. Dilanjutkan dengan cekikikan dan kalimat "Eh, bener, dah enam tahun!." :c Dan 3 bulan lagi, anniversary  kami yang ke tujuh! *baru sadar juga barusan*. Alhamdulillah... :y

Tahun-tahun yang sudah terlewati bukan tahun-tahun perjalanan yang mulus tanpa hambatan. Banyak kerikil, batu kali, ombak, angin kencang yang menghadang :x. Alhamdulillah tidak ada gunung batu, badai katrina atau tsunami yang menghadang. Semua masalah harus dikikis habis, tuntas ;)

Pada tahun pertama pernikahan, saya masih suka berpikir. "Is he the right man?. Is he the one?." :t Maklumlah kami bertemu lewat taaruf dengan proses hanya 3 bulan saja. Sebelum taaruf dengan mas, saya yang "bandel" beberapa kali taaruf di luar "jalur". Maksudnya, saya dapat kenalan untuk bertaaruf ditawari saudara atau yang memang langsung menawarkan diri, bukan dari guru ngaji saya. Tapi, taaruf itu saya lakukan dengan minta izin pemberitahuan sebelumnya ke beliau. Biar nggak dobel-dobel *jiaah :)

Dua tahun masa pencarian pun saya lewati dengan ada kecewa :(, sedikit air mata (sedikit loh ya, kurleb segayung air mata ;)), dan banyak kalimat yang diawali: kenapa? mengapa? *tapi nggak pake garuk garuk tembok*. :) Tapi, Alhamdulillah saya sangat bersyukur diberi kesempatan tuk mengalami semua hal tersebut. Saya jadi makin sadar kalau I'm nothing without Alloh. Saya merasa komunikasi dengan Alloh semakin lancar dan dekat ketika banyak duka. Bukan berarti saya lebih senang diberi cobaan kedukaan ya... Sempat merasa lelah dan akhirnya pasrah, semua saya coba lalui.

Orang pertama yang datang, saya kenal baik karena teman kampus tapi, saya jadi kurang nyaman karena saya tau "belangnya", coreeet. Alhamdulillah tak lama saya menikah, diapun menikah. Beberapa hari kemudian, orang kedua datang. Berbeda dengan yang pertama, yang kedua ini, saya belum kenal. Jadi, banyak komunikasi yang terjadi untuk mengetahui lebih dalam sosok masing-masing. komunikasi yang intens memang membawa keakraban sehingga sangat saya yakini dia akan menjadi jodoh saya. Terlebih, dalam mimpi setelah sholat istikhoroh, saya diberi kertas oleh seseorang yang ketika saya buka bertuliskan namanya. "Jodoh ini!", batin saya. Tapi, kemalangan dan keheranan saya pun memuncak ketika saudara saya yang mengenalkan saya padanya mengatakan bahwa dia sudah melamar seseorang dan akan segera menikah. Tuing, tuing, kepala saya seperti di hantam palu segede palunya tom di kartun tom and jerry :v. Kenapa? kok bisa? ada apa ini? :f dan banyak lagi pertanyaan yang belum bisa langsung terjawab. Dia pun langsung menghubungi saya dan bilang kalau ini calon dari ustadz nya. Whaat? trus status eike ini apa? :# memang sih dia belum melamar. Kita memutuskan untuk menundanya dengan alasan dia masih tugas akhir dan orangtua saya mau naik haji. Dia akan melamar kalau orang tua saya sudah pulang dari ibadah haji. Satu hal yang paling bikin ilfeel adalah ketika dia tau saya marah :o, dia malah berniat mau membatalkan lamarannya ke gadis itu. "Gila apa, anak orang digituin. Gimana keluarganya nanti?". Saya lebih baik mengalah dan memang langsung ilfeel. Laki-laki macam apa ini? :#. Orang ketiga yang datang, saya kenal baik karena teman SD saya. Dia tiba-tiba muncul dari nun jauh di sana, seberang pulau. Berniat serius tapi nggak siap melamar dalam waktu dekat, coreeet. Orang keempat datang tiba-tiba mengajukan diri, nggak kenal nggak apa tau-tau mau taaruf. Dia menghubungi saya dari nomor Hp yang tertulis di daftar hadir itikaf ramadhan :v. Taaruf yang ini rumit dan penuh emosi. Saya merasa belum siap harus hidup dengan orang yang 5 tahun lebih muda dari saya. "Rosul dan khadijah saja bedanya berapa?" itu kalimat pembelaannya. Entahlah, not ready for that. Orang kelima yang datang juga belum saya kenal. Terbentur masalah suku, saya mengundurkan diri dari ajang taaruf. Berat hati ini karena bukan kemauan saya menolaknya. Beberapa bulan terlewati dengan perasaan takut. Bagaimana kalau Alloh marah dan menunda bahkan tidak mendatangkan lagi seseorang karena saya sudah menolak lelaki sholeh hanya karena faktor suku?. Kabarnya, dia pun masih menunggu karena merasa alasan saya tidak syar'i. Duh, Gusti... :# 

Orang terakhir yang datang adalah suami saya sekarang :@. Dia datang dari "jalur". Mungkin guru ngaji saya sudah gemes liat saya berkutat dengan masalah yang itu-itu aja sepanjang dua tahun ini :) jadi beliau segera mengupayakan. Alhamdulillah banyak kemudahan dan orangtua saya mendukung sangat. Berhubung dia dari suku yang sama, bahkan, dari daerah yang dekat dengan daerah asal ibu saya. Dia dari jurusan yang sama. Banyak teman yang mengira kami satu kampus. Bahkan, dia lahir di bulan yang sama dengan saya. Hari lahir kami hanya terpaut satu minggu :~. 

Ada kejadian lucu pada taaruf saya kali ini. Ternyata, CV nya sempat hilang di tangan ustadznya. entah, terselip kemana :v. Jadi, di bulan November dia sudah menerima CV saya dan berencana menikah bulan Desember *pede banget yak, ketemu juga belum!* :) sedangkan saya baru menerima CV nya bulan Januari. Itupun setelah dia membuat CV lagi karena ustadznya sudah menyerah mencari. Dia sempat berpikir saya menggantung nya berbulan-bulan karena jawaban tak kunjung tiba. Laaah, eike nerima CV aja belum! :).

Memang benar kata orang, kalau sudah jodoh semua akan mudah, ringan, dan lancar dalam prosesnya. Begitu juga dengan taaruf saya kali ini,  Alhamdulillah tiga bulan kemudian kami menikah. Di tanggal 15 April 2007. Tanggal yang dia masih sering keliru mengingatnya :o, ada ceritanya di sini.

Darinya saya banyak belajar banyak hal. Mulai dari toleransi, cara bersikap ke orang lain, sholat tepat waktu, mandi sore sebelum magrib (ini titah, bukan hanya contoh :) ), sampe ke cara ngupas mangga yang nggak bikin banyak daging buahnya kebuang. Selain itu, banyak pula pengorbanan yang dilakukannya demi dirikuh. Sampai terharu :$. Ada ceritanya di sini. Terjawab sudah pertanyaan saya di tahun pertama pernikahan kami. You're the right man. You're the one, Yank!!! :k

Semoga ikatan kuat, mitsaqan ghaliza yang sudah terbentuk akan menjadi semakin kuat dan menjadikan kami keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Keluarga dunia akhirat, Amin... :y




3 komentar:

pipit mengatakan...

waahh.. semoga langgeng terus yaaa :) happy anniversary :)

Indah Sulistyowati mengatakan...

Tararengkyu mak pipit... semoga kebahagiaan juga terus ada pada kehidupan mak, Amin...

Leyla Hana Menulis mengatakan...

Wah, lucu mba CV-nya sempat hilang ya. Berarti niat menikahnya sudah kuat sekali :D Makasih sudah ikut GA saya ya..

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca,... please give your comment here ;)